Kamis, 03 April 2014

Peran agama dalam membangun budaya lokal

I.            Pendahuluan
Agama memiliki pengaruh penting dalam kebudayaan. Agama disetiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda karena perbedaan sejarah dan budaya lokal. Penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan memiliki strategi dan siasat tertentu dengan mempertimbangkan budaya yang ada di Indonesia. Salah satu strategi penyebaran Agama Islam ke wilayah Indonesia melalui perdagangan dan ikatan pernikahan dengan penduduk lokal.
Permasalahannya adalah bagaimana hubungan antara agama Islam dengan budaya lokal? Bagaimana cara Islam masuk dan menyebar di Indonesia? Maka saya akan semua dalam penulisan ini.
Tujuan dari penulis adalah sebagai pengingat sejarah agama islam di Indonesia. Juga agar masyarakat tahu betapa berhubungannya agama islam dalam kebudayaan Indonesia. Dan membuat masyarakat sadar dan peduli terhadap budaya dan pengaruh agama.

II.            Pembahasan
           Pada awalnya di Indonesia terdapat dua agama yaitu Hindu dan Budha, kemudian Islam masuk dengan penuh kedamaian dan diterima dengan tangan terbuka oleh penduduk lokal. Kemudian para wali memperkenalkan dan menyebarkan agama Islam dengan melalui pendekatan budaya, bukan melalui perang dan paksaan.
           Berbagai cara telah dilakukan untuk menyebarkan Islam, yaitu dengan cara perkawinan dengan penduduk lokal, dan juga perdagangan. Dengan begitu penduduk lokal merasa aman dengan kehadiran para wali sehingga mereka perlahan-lahan mulai memeluk Islam.
Meluasnya Islam ke seluruh dunia tentu juga melintas aneka ragam budaya lokal. Islam menjadi tidak “satu”, tetapi muncul dengan wajah yang berbeda-beda. Hal ini tidak menjadi masalah asalkan substansinya tidak bergeser. Artinya, rukun iman dan rukun Islam adalah sesuatu yang yang tidak bisa di tawar lagi. Dalam benak sebagian besar orang, agama adalah produk langit dan budaya adalah produk bumi. Agama dengan tegas mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Sementara budaya memberi ruang gerak yang longgar, bahkan bebas nilai, kepada manusia untuk senantiasa mengembangkan cipta, rasa, karsa dan karyanya. Tetapi baik agama maupun budaya difahami  (secara umum) memiliki fungsi yang serupa, yakni untuk memanusiakan manusia dan membangun masyarakat yang beradab dan berperikemanusiaan.

III.            Penutup
Pada awal penyebaran Islam datang dengan penuh damai dan tentram. Para wali menyebarkan agama Islam dengan melakukan siasat-siasat tertentu seperti mendekati penduduk lokal dengan cara mendekati kebudayaan mereka, melakukan perdagangan dengan penduduk lokal, dan melakukan ikatan pernikahan dengan penduduk lokal.
Walau dengan seiring perkembangan  zaman agama Islam terbagi menjadi beberapa cabang tetapi tidak ada masalah jika substansinya tidak melenceng dari yang semestinya. Agama dengan tegas mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia. Sementara budaya memberi ruang gerak yang longgar kepada manusia untuk senantiasa mengembangkan cipta, rasa, karsa dan karyanya. Tetapi baik agama maupun budaya memiliki fungsi yang serupa, yakni untuk memanusiakan manusia dan membangun masyarakat yang beradab dan berperikemanusiaan.

       IV.            Referensi




Nama : Mochammad singgih wibowo
Npm  : 15113572
kelas  : 1ka08

Tidak ada komentar:

Posting Komentar