Selasa, 30 Desember 2014

Pemimpin Kecil

Pemimpin Kecil

Dulu saat saya masih tingkat Sekolah Dasar (SD), saya sekolah di SDN Cijantung 05 Pagi. saya adalah ketua kelas, siapa yang gak mau, kerennya nambah 20%, tetapi tak sedikit juga dari teman teman saya yan ingin menjadi ketua kelas, jadi ketua kelas itu tak mudah dari memimpin masuk kedalam kelas, memimpin doa, mengawasi teman teman kelas agar tidak ribut, memanggil guru yang lupa akan mengajar, dan mempunyai tanggung jawab yang besar. Ketua kelas itu harus rajin masuk ke sekolah, bila kita tidak masuk satu hari saja banyak yang berbeda. Di Sekolah Dasar (SD), mempunyai sistem setiap senin ketua kelaslah yang mempin upacara dan bergantian di setiap minggunya, saat itu saya tidak begitu mengerti bagaimana caranya memimpin upacara di sekolah, dan kebetulan bukan kelas saya lah yang menjadi tim upacara, berminggu minggu saya memperhatikan bagaimana menjadi seorang pemimpin upacara, dari mulai datangnya, melaporkan bahwa upacara susah siap, hingga usai upacara. Dan hari itu datang juga dimana kelas saya yang menjadi tim sukses, dan saya menjadi pempin upacara, kebetulan kondisi tubuh saya kurang mendukung, atau mnungkin karena nerves yang embuat saya menjadi panas dingin, tetapi ketika menjadi seorang pemimpin rekanlah yang harus kita utamakan, jadi saya melanjutkan menjadi pemimpin upacara. Seorang pemimpin upacara itu di wajibkan mempunyai suara yang keras, dan lantang, di karenakan agar teman teman kita yang kita pimpin dari kelas 1 hingga kelas 6, terdengar. Dan begitulah upacara seterusnya sampai saya lulus dari Sekolah Dasar (SD).


Itu adalah pengalaman saya menjadi pemimpin di kelas, maupun pemimpin upacara. Janganlah takut menjadi seorang pemimpin, jadilah orang yang unik, dan berbeda, karena dengan keunikan keunikan membuat kita menjadi lebih menonjol, paing di gemari. Terima kasih atas kalian membaca artikel ini.