Pemimpin Kecil
Dulu saat saya masih tingkat Sekolah Dasar (SD), saya sekolah di SDN
Cijantung 05 Pagi. saya adalah ketua kelas, siapa yang gak mau, kerennya nambah
20%, tetapi tak sedikit juga dari teman teman saya yan ingin menjadi ketua
kelas, jadi ketua kelas itu tak mudah dari memimpin masuk kedalam kelas,
memimpin doa, mengawasi teman teman kelas agar tidak ribut, memanggil guru yang
lupa akan mengajar, dan mempunyai tanggung jawab yang besar. Ketua kelas itu
harus rajin masuk ke sekolah, bila kita tidak masuk satu hari saja banyak yang
berbeda. Di Sekolah Dasar (SD), mempunyai sistem setiap senin ketua kelaslah
yang mempin upacara dan bergantian di setiap minggunya, saat itu saya tidak
begitu mengerti bagaimana caranya memimpin upacara di sekolah, dan kebetulan
bukan kelas saya lah yang menjadi tim upacara, berminggu minggu saya memperhatikan
bagaimana menjadi seorang pemimpin upacara, dari mulai datangnya, melaporkan bahwa upacara susah siap, hingga usai
upacara. Dan hari itu datang juga dimana kelas saya yang menjadi tim sukses, dan
saya menjadi pempin upacara, kebetulan kondisi tubuh saya kurang mendukung, atau
mnungkin karena nerves yang embuat saya menjadi panas dingin, tetapi ketika
menjadi seorang pemimpin rekanlah yang harus kita utamakan, jadi saya melanjutkan
menjadi pemimpin upacara. Seorang pemimpin upacara itu di wajibkan mempunyai suara
yang keras, dan lantang, di karenakan agar teman teman kita yang kita pimpin
dari kelas 1 hingga kelas 6, terdengar. Dan begitulah upacara seterusnya sampai
saya lulus dari Sekolah Dasar (SD).
Itu adalah pengalaman saya menjadi pemimpin di kelas, maupun pemimpin
upacara. Janganlah takut menjadi seorang pemimpin, jadilah orang yang unik, dan
berbeda, karena dengan keunikan keunikan membuat kita menjadi lebih menonjol, paing di
gemari. Terima kasih atas kalian membaca artikel ini.